Ditulis Oleh : Zulfatul Fu'adiyah
Mahasiswi Institut Agama Islam Cipasung ( IAIC )
Santri Asrama Esa Lama PP. Cipasung
![]() |
| Abdul Khoiruma Diantara Ribuan Ayam Ternak Hasil Usahanya |
Dalam tulisan ini, Penulis sekedar membagi pengalaman yang penulis dapatkan dari kawan se-kampusnya.Sebut saja dia Abdul Khoiruma, Seorang pemuda yang terlahir di desa Kubang Eceng, Tasikmalaya pada 14 Agustus 1992 silam. ia merupakan mahasiswa Institut Agama Islam Cipasung, semester dua Fakultas Syari'ah, Jurusan EkonomiSyari'ah.
Tunggu dulu!!! Di balik itu semua, ternyata pemuda asal Tasik ini mempunyai kisah perjalanan hidup yang menarik, sebelum ia akhirnya menjadi seorang pengusaha muda.
Pada mulanya
setelah ia dinyatakan lulus dari SMK yayasan Ponpes Cintawana 2011. Ia mengikuti
pelatihan servis handphone selama 3 bulan di Jakarta. Kemudian ia disalurkan untuk
bekerja di PT. AZ Surya Lestari Tanggerang. Ia didapuk menjadi operator
produksi Solar Cell. Lama bekerja di sana hanya satu bulan saja, dengan total upah
1.200.000 Rupiah.
Setelah keluar
dari perusahan tersebut, Abdul tinggal di Jakarta bersama pamannya. Ia mencari pekerjaan
kesana kemari, ia sempat menganggur selama 3 bulan. Pada akhirnya ia pun diterima
di PT. Kawasaki Motor Indonesia setelah sebelumnya pernah melamar pekerjaan ke
PT. Astra Honda, PT. Samsung dan
lain-lain.
Ia bekerja
di PT. Kawasaki Motor Indonesia selama 2 tahun. Terhitung dari 2012-2014
Sebagai seorang Operator Produksi Impor-Ekspor.
Selama bekerja
di perusahaan milik orang Jepang itu, ia digaji 3 juta hingga 7 juta setiap bulannya.
Namun, ia hanya bertahan hingga 2 tahun saja. Ketika ditanya apa alasan yang
membuatnya harus mengundurkan diri. Begini jawabnya.
"Ya,
Meskipun secara gaji memuaskan, tapi di sisi lain saya harus bertaruh waktu dengan
pekerjaannya." Begitu pungkasnya.
Jam
istirahat yang diberikan oleh pihak perusahan untuk sekedar makan, shalat dan rehat
begitu singkat. Sehingga tak jarang ia kehabisan waktu. Jika i a dahulukan Shalat
maka ia harus rela tidak makan, atau bahkan sebaliknya jika yang ia dahulukan adalah
makan, maka dengan sangat menyesal ia harus meninggalkan Shalat.
Begitulah suka
dukanya seorang Abdul saat itu, sehingga ia putuskan untuk keluar.
Kembali pada
kisah Abdul saat ini. Yang membuat penulis heran sekaligus kagum, ternyata
Abdul mengerjakan dan mengurus usahanya seorangdiri, tanpa karyawan ataupun jasa
orang lain.
Jadi,
aktivitasnya setiap hari selain Kuliah adalah, mengurusi 1200 ekor ayam putih
di rumahnya. Bisa kita bayangkan bagaimana repotnya dia. Mesti ekstra memanage waktu
dengan baik. Antara kuliah, mengurus usaha dan juga kegiatan di luar kuliah,
karena disamping itu ia pun aktif di KOPI (KomunitasPenulis IAIC) dan PMII
(PergerakanMahasiswa Islam Indonesia).
Tiada gading
yang tak retak, untuk sampai pada kondisi saat ini, tentu sebelumnya ia pun
pernah merasakan kerugian yang cukup besar. Ia mengaku pernah mengalami kerugian
selama 2 periode (Periode pertama dan kedua), pasalnya ketika itu ia belum menguasai
bagaimana tehnik berternak yang baik dan benar.
Menyoal pada
ide pertama berternak, katanya ia mendapat inspirasi dari menonton TV acara Klik
Andy, yang saat itu menghadirkan Nara Sumber seorang peternak sukses.
Pun ia mengaku
terdorong oleh ungkapan Bob Sadino yang menyatakan: "Setingginya jabatanmu,
kamu tetap seorang karyawan, dan sekecil-kecilnya perusahaanmu, kamu bosnya"
Oleh karena
itulah, Abdul Khoiruma memilih untuk jadi wirausahawan.

keren Nabil templatenya, dapet dr mana?
BalasHapusGan Mohon info pesantren di tasik yang mempunyai usaha tani palawija atau ternak hub.081905056350
BalasHapus